Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 17 Juni 2011

SATUAN GRAMATIK

TUGAS MORFOLOGI
YOVIERSARIADI 17355/2010
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
DOSEN: ENA NOVERIA,




SATUAN GRAMATIK
1.      Pengertian Satuan Gramatik
Jika kita mendengarkan tuturan seseorang atau seorang informan dengan saksama, ternyata terdapat satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar, misalnya sepeda, bersepeda, sepeda-sepeda, bersepeda-bersepeda, bersepeda ke pasar, aku membeli sepeda, sepeda baru, dan lain sebagainya. Satuan-satuan yang mengandung arti, baik leksikal maupun arti gramatik seperti tersebut di atas, disini disebut satuan gramatik, atau disingkat satuan.
Satuan gramatik mungkin berupa morfem, misalnya ber-, ke, ke-an, -wan, maha-, jalan, akan, rumah, datang, sedang, baca, baru, mungkin berupa kata misalnya rumah, membawa, diketahui, lempar lembing, mereka, dari, mungkin juga berupa frasa, misalnya akan datang, kerumah teman, akan minum, sudah sehat, sehat sekali, mungkin pula berupa klausa, misalnya Ia sedang berkunjung ke rumah teman, usaha itu sangat baik, orang tuanya sudah sehat, mungkin juga berupa kalimat, misalnya Kami berlari di pagi hari., dan mungkin pula berupa wacana.
Jelasnya, jika diurutkan dari atas, satuan gramatik itu dapat berupa:
Wacana
Kalimat
Klausa
Frasa
Kata
Morfem

2.      Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks
jika satuan sepeda dibandingkan dengan satuan lain, yaitu bersepeda, bersepeda keluar kota, sepeda-sepeda, ternyata ada perbedaannya. Perbedaannya ialah bahwa pada satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi, berbeda dengan bersepeda yang terbentuk dari satuan ber- dan sepeda, bersepeda ke luar kota, yang terdiri dari satuan ber-, sepeda, ke, luar, dan kota.
Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi menurut M. Ramlan, disebut sebagai bentuk tunggal, dan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil lagi, disebut sebagai bentuk kompleks. Satuan-satuan ber-, sepeda, ke, luar, dan kota, masing-masing merupakan bentuk tunggal, sedangkan satuan-satuan, bersepeda, bersepeda keluar kota, merupakan bentuk kompleks.
3.      SATUAN GRAMATIK BEBAS DAN TERIKAT

Satuan gramatik bebas atau satuan bebas adalah satuan gramatik yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa. Contoh: rumah, gunung, tanah, pakaian, bendera, kami , mereka, harimau,kerbau.
Satuan gramatik terikat atau satuan terikat adalah satuan gramatik yang tidak dapat berdiri sendiri. Contoh: ber-, ter-, me-N, per,-kan, -an.
Di antara satuan-satuan yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa, ada yang secara gramatik mempunyai sifat bebas seperti halnya satuan-satuan yang dalam tuturan biasa dapat berdiri sendiri.
Satuan-satuan yang dimaksud adalah dari, kepada, sebagai, tentang, karena, meskipun, lah. Contoh:   -Dari toko
                    -Dari suatu toko.
Satuan dari kelihatannya terikat pada satuan toko, tetapi dengan adanya frasa dari suatu toko, satuan dari secara gramatik dapat dipisahkan dari toko
Satuanber-, ter-, meN-, per-, -kan, -an, -I, ke-an, per-an termasuk dalam golongan afiks karena hanya memiliki arti gramatik.
           
4.      MORFEM, MORF, ALOMORF, KLITIK, POKOK KATA, dan KATA
Setiap bentuk tunggal, baik termasuk golongan satauan bebas, maupun terikat, merupakan satu morfem. Satuan-satuan rumah, sepeda, jalan, ber-, meN-, di-, maha-, juang, lah, dan sebagainya masing-masing merupakan satu morfem. Satuan bersepeda, terdiri dari dua morfem, yaitu morfem ber- dan morfem sepeda; satuan bersepeda ke luar kota terdiri dari lima morfem, yaitu ber-, sepeda, ke, luar, dan kota. Jadi yang dimaksud morfem ialah satuan gramatik yang paling kecil; satuan gramatik yang tidak mempunyai satuan lain sebagai unsurnya.
Banyak morfem yang hanya mempunyai satu struktur fonologik, misalnya baca, yang fonem-fonemnya, banyaknya fonem serta urutannya selalu demikian, ialah terdiri empat fonem, yaitu /b, a, c, a/ dengan urutan fonem /b/ di muka sekali, diikuti /a/, /c/, dan /a/. Tetapi di samping itu, ada pula morfem yang mempunyai beberapa struktur fonologik. Misalnya morfem meN- yang mempunyai struktur fonologik mem-, men-, meny-, meng-, menge-, dan me-, misalnya pada membawa, mendatang, menyuruh, menggali, mengebom, dan melerai. Bentuk-bentuk mem-, men-, meny-, meng-, menge-, dan me- tersebut masing-masing disebut sebagai morf, yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. Demikianlah morfem meN- mempunyai morf-morf mem-, men-, meny-, meng-, menge-, dan me- sebagai alomorfnya.
Di samping istilah morfem, morf, dan alomorf, terdapat istilah kata. Kata merupakan dua macam satuan, ialah satuan fonologik dan satuan gramatik. Sebagai satuan fonologik, kata terdiri dari satu atau beberapa suku, dan suku itu terdiri dari satu atau beberapa fonem. Misalnya kata belajar terdiri dari tiga suku ialah be, la, dan jar. Suku be terdiri dari dua fonem, suku la terdiri dari dua fonem, dan jar terdiri dari tiga fonem. Jadi kata belajar terdiri dari tujuh fonem, ialah /b, e, l, a, j, a, r/.
Satuan-satuan ku, mu, nya, kau, dan isme, dalam tuturan biasa juga tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatik juga tidak mempunyai kebebasan. Jelaslah satuan-satuan itu termasuk golongan satuan terikat. Namun demikian, ada perbedaan antara satuan-satuan itu dengan satuan-satuan ber-, ter-, meN-, dan sebagainya yang tidak memiliki arti leksikal. Karena itu, satuan-satuan seperti ku, mu, nya, dan lainnya, tidak dimasukkan ke dalam golongan afiks, melainkan termasuk golongan klitik. Klitik dapat dibedakan menjadi dua golongan, ialah proklitik dan enklitik. Proklitik terletak di muka, misalnya ku pada kuambil, kau pada kauambil, sedangkan enklitik terletak di belakang, misalnya ku pada rumahku, mu pada rumahmu, nya pada rumahnya.
Satuan juang, misalnya dalam berjuang, perjuangan, pejuang, memperjuangkan, satuan temu dalam bertemu, pertemuan, menemukan, mempertemukan, penemuan, juga merupakan satuan yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan secara gramatik tidak mempunyai sifat bebas. Namun demikian, satuan-satuan itu tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan afiks maupun klitik, karena satuan-satuan itu memiliki sifat tersendiri, yaitu dapat dijadikan bentuk dasar, seperti terlihat pada satuan-satuan berjuang, pejuang, bertemu, dan sebagainya. Karena itu, satuan-satuan itu merupakan golongan tersendiri yang di sebut sebagai pokok kata. Satuan-satuan lain yang dapat dimasukkan ke dalam gologan pokok kata ialah, alir, sandar, baca, ambil, perbesar, pertiga, ketahu, jabat, main, rangkak, dan masih banyak lagi
Kata merupakan dua macam satuan, ialah satuan fonologik dan satuan gramatik. Sebagai satuan fonologik, kata terdiri dari satu atau beberapa suku, dan suku itu terdiri dari satu atau beberapa fonem. Misalnya kata belajar terdiri dari tiga suku ialah be, la, dan jar. Suku be terdiri dari dua fonem, suku la terdiri dari dua fonem, dan jar terdiri dari tiga fonem. Jadi kata belajar terdiri dari tujuh fonem, ialah /b, e, l, a, j, a, r/.
Sebagai satuan gramatik, kata terdiri dari satu atau beberapa morfem. Kata belajar terdiri dari dua morfem, yaitu morfem ber- dan morfem ajar, kata terpelajar terdiri dari tiga morfem, yaitu ter-, per-, dan morfem ajar.
Yang dimaksud kata adalah satuan bebas yang paling kecil, atau dengan kata lain, setiap satu satuan bebas merupakan kata. Jadi satuan-satuan rumah, duduk, penduduk, pendudukan, kedudukan, negara, negarawan, kenegaraan, pemimpin, kepemimpinan, berkepemimpinan, ruang, ruangan, buku, ketidakadilan, dan sebagainya, masing-masing merupakan kata karena masing-masing nerupakan satuan bebas.
Satuan-satuan dari, kepada, sebagai, tentang, karena, meskipun, lah, dan sebagainya, juga termasuk golongan kata. Satuan-satuan tersebut, meskipun tidak merupakan satuan bebas, tetapi secara gramatik mempunyai sifat bebas seperti yang telah dijelaskan pada penjelasan terdahulu.
Satuan-satuan rumah makan, kamar mandi, kamar tidur, mata pelajaran, kepala batu, keras hati, keras kepala, panjang tangan, dan sebagainya, sekalipun terdiri dari dua satuan bebas, juga termasuk golongan kata, karena satuan-satuan tersebut memiliki sifat sebagai kata, yang membedakan dirinya dari frasa.




PENUTUP
Kesimpulan
Satuan-satuan yang mengandung arti, baik arti leksikal maupun arti gramatik disebut satuan gramatik. Satuan gramatik itu dapat berupa klimat, klausa, frasa, kata, morfem.















Daftar Pustaka
http://file.upi.edu/Direktori/C%20-%20FPBS/JUR.%20PEND.%20BHS.%20DAN%20SASTRA%20INDONESIA/RIKA%20WIDAWATI/SATUAN%20GRAMATIK.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar